Oleh: Muhammad Ainun Nadjib
_Aku menuruni bukit gelap luar biasa.._

_Seluruh jiwa ragaku menjelma rasa takut yang tak terkira.._ 

_Tolong tunjukkan dan pilihkan kepadaku jalan dimana aku bisa tidak usah berpapasan dengan Indonesia.._

_Bawalah aku ke tempat dimana aku bisa tidak bertemu dengan Indonesia.._
_Bukakan kepadaku satu wilayah rahasia dimana aku bisa bersembunyi dari Indonesia.._

_Tak terkira perasaan takutku kepada Indonesia.._

_Cintaku melimpah ruah memenuhi jiwa dan raga tapi sangat ngeri untuk meneruskan hidup bersama Indonesia.._
_Kalau sampai aku kepergok dan tertangkap olehnya, lumpuh kakiku luluh hatiku sebab tak berdaya.._

_Di hadapan Indonesia aku adalah burung yang hilang sayapnya.._
_Aku laut tidak ada gelombangnya.._

_Aku api tapi tidak ada panasnya.._

_Di dalam Indonesia aku hidup tanpa kehidupan.._
_Aku semangat cinta tanpa gairah nafsu.._

_Aku bangun – bangunan menara yang aku robohkan sendiri.._

_Aku hadirkan Nabi tapi aku mohon pulang kembali Nabi !!!_

_Hampir pecah kepalaku oleh Indonesia.._
_Otakku remuk oleh praktek Negaranya.._

_Darahku mendidih melihat pejabat-pejabatnya.._

_Perasaanku terbakar oleh KKNnya yang pintar dan tidak kentara.._

_Dadaku mau meledak karena rakyat terus dibodohi tidak habis-habisnya.._
_Hatiku tidak sabar mennggu kapan Tuhan membuka kenyataan bahwa mereka sesungguhnya tidak layak duduk di kursinya.._

_Mataku berkunang-kunang melihat Indonesia.._

_Tak paham aku mereka akan pergi kemana.._

_Amat sukar kutemukan kesungguhan hatinya.._

_Tidak sanggup kuhimpun kepingan-kepingan dan pecahan-pecahan pikiran mereka.._
_Tidak mampu aku menangis oleh tangisnya.._

_Dan tidak bisa aku tertawa oleh tawanya.._

_Setiap malam kugambar wajah masa depan Indonesia dan paginya kuhapus sendiri dan aku tertawa-tawa.._
_Bertahun-tahun aku tidak tidur malam karena bekerja membangun mercusuar cahaya penerang.._

_Setiap saat aku siap mengangkutnya langsung ke Sidratul Muntaha.._
_Karena ternyata, Indonesia tidak memerlukannya.._

_Aku demam panas tinggi oleh rasa takutku pada Indonesia.._

_Buntu akal pikiranku melihat kelas menengahnya yang sia-sia.._

_Aku menggigil oleh media-media cetak dan tayangannya.._
_Aku ngeri bertemu dengan wartawannya.._

_Aku tenggelam dilindas oleh dahsyat informasinya.._

_Aku mabuk berat oleh gosip, ghibah dan rasanannya.._

_Bertahun-tahun kubanting-banting diriku sendiri, kucampakkan, kubuang-buang, kulenyapkan.._
_Tanganku ini bekerja melampaui kewajaran hidup dan orang bekerja.._

_Dengan wajahku harus tetap bersemayam dalam rahasia.._

Kakiku melangkah hingga hampir menyentuh cakrawala..

Dan aku jaga jangan sampai ada kemasyhuran yang dihasilkannya..
Dan aku tunggang langgang oleh fatwa-fatwa ulamanya..

Aku terjepit oleh kesempitan dan kedangkalan berfikirnya..

Aku terjengkang oleh kaki nyongklang mata kuda..

Aku terbahak-bahak menyaksikan gaya selebritas para tokoh inTELEKtual yang nampang di layar kaca tv..
Tetapi aku menangis mengguguk-guguk melihat begitu banyak rakyat menjilat pantat mereka.._

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.