Sedulur, banyak dari kita termasuk saya diantaranya memaknai ideologi hanya sebatas kapitalisme, komunisme, pancasila dan Islam sebagai sebuah pedoman berbangsa dan bernegara.

Ideologi adalah ilmu tentang tujuan yang pada proses aplikasi atau tindak lanjutnya adalah tentang nilai dari yang kita laksanakan. Ideologi bukan hanya sekedar menghamba kepada material, bukan hanya sekedar saling berkumpul, bukan hanya sekedar guyub dan beribadah secara masing-masing agama.

Tapi lebih dari itu, ideologi adalah tentang kearifan dalam penggunaan material, rasa kebersamaan saat saling berbagi, tepa salira saat saling asah asih dan asuh, serta keshalihan sosial dalam bermasyarakat saat kita melangkahkan kaki setelah shalat di mesjid dan beribadah di gereja.

Ketika kita punya kebendaan dalam jumlah banyak saat itulah kita peruntukan untuk kemaslahatan, ketika kita sedang berguyub silaturahmi saat itulah kebersamaan menjadi kehangatan atas sesama, ketika saling bergotong royong segalanya dirasakan bahagia dan penuh sukacita, begitupula saat kita melangkahkan kaki kita sepulang dari mesjid atau sepulang dari gereja segenap tausiyah dan petuah yang diurapi ke jiwa raga kita menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan.

Sehingga hidup dan kehidupan pun menjadi sejuk, manusia dan kemanusiaan pun menjadi segar. Gedung-gedung pencakar langit tak lagi menjadi rumah hantu, fasilitas publik terjaga dengan baik, bangsa kita hidup tenteram dan beribadah menjadi tauladan.

Sepertinya indah sekali ya, karena memang indah. Begitulah semestinya kehidupan diperlakukan, begitulah kemanusiaan dimaknakan. Pada prosesnya memang diakui segalanya butuh perjuangan, untuk kemaslahatan yang sesederhana yang saya sebutkan pun butuh kerja ekstra kebiasaan tetapi semuanya mungkin untuk dilakukan dan jangan menyerah pada prosesnya.

Selamat menikmati senja sahabat, semoga peluh kita hari ini bermanfaat, jangan hiraukan segala kebisingan ibukota, nantinya akan terbenahi dengan seksama. Apabila bukan oleh mereka, ya apa boleh buat berarti memang mesti kita yang laksanakan. Sekali lagi sedulur jangan memalingkan wajahmu ketika terpanggil, hampirilah amanah yang berhimpun bertumpu di pundakmu, sambutlah keterpanggilanmu dengan hikmat agar kemaslahatan benar-benar terlaksana.

Salam takzim 😇

Salam cinta ❤💕

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.