Sedulur, melembutkan suara ketika memanggil namanya dengan penuh kasih sayang, meneduhkan segala harapan di hangatnya pelukan dan menasbihkan untaian asmara ke kehadirat Tuhan atas cinta yang menggelora adalah karunia yang sangat berarti. Sebab tanpa kehadiran kekasih apalah artinya kita diperjalanan hidup ini.

Buat kaum berjuang, yang disetiap helaan nafasnya adalah melawan penindasan, kehadiran kekasih yang menemani lika liku kehidupan merupakan hal yang memperindah perjuangan. Mengulik seruan Che Guevara tentang revolusi dan cinta, ia menyebutkan The Great Revolutioner is The Great Lover, seorang revolusioner yang hebat adalah seorang kekasih yang hebat.

Lalu bagaimanakah kita anak-anak revolusi yang merupakan penerus cita-cita perjuangan memaknai cinta dan kekasih kita dalam berjuang. Apakah harus selamanya tentang nestapa? Ya, pejuang memang bergelut dengan nestapa, pejuang memang bergumul dengan nelangsa, tetapi diatas semua itu pejuang menjalani pergumulan hidupnya dengan sukacita, sehingga ketika menelusuri bahtera kehidupan, perjuangan terasa begitu indah, perjuangan terasa begitu bergairah dan perjuangan terasa begitu mempesona justru didalam nuansa kesederhanaannya.

Buat kekasih yang didalam kelembutan belaian mesranya terdapat sumber kekuatan perjuangan kita mengejar keadilan menghempaskan penderitaan dan penindasan. Oleh sebab itu ketika berkasih sayang dalam berjuang tentunya ada kerelaan, tetapi berjuang tidak selamanya tentang pengorbanan justru memberikan segenap yang kita miliki dengan kebahagiaan. Pengorbanan dalam berjuang bersama kekasih kita merupakan keniscayaan dan bagian dari keseharian tetapi ujung dari segalanya adalah kebahagiaan dalam merengkuh kasih sayang saat berjuang bersama.

Kekasih, yang didalam tutur lembutnya terdapat ribuan untaian doa, yang menghamparkan harapannya dalam berjuang ke angkasa, yang didalam genggaman jemarinya terdapat semangat yang menggelora menelusuri seluk beluk kepedihan yang tertanam di sanubari kita, menyembuhkan luka dan mengusap tetes air mata yang mengalir di wajah kita. Kelak dipelukan kekasih hidup para pejuang berakhir dan dikecupan kekasih hidup para pejuang dimulai.

Ketika nelangsa yang menjuntai-juntai kala berjuang sepucuk doa kekasih menghantar kita diperjalanan.

Salam takzim 😇

Salam cinta ❤💕

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.