Sedulur, apabila datang waktu kita untuk menetapkan pilihan pendamping tentunya kita akan berbahagia dengan pilihan kita. Ketika perjalanan hidup sampai pada saat dimana kita terpanggil untuk memilih pendamping saat itupula kematangan kita menuntut untuk berkomitmen terhadap berbagai hal yang menjadi prioritas dalam hidup kita. Menikah adalah cara terbaik dalam mengisi relung-relung di lubuk hati kita terdalam, mengarungi mahligai kehidupan bersama sosok yang kita cintai.

Menikahi perjuangan itu berwalikan gumulan awan dilangit yang menggelayuti segala angan kita tentang kehidupan yang kita pertarungkan, berpenghulukan matahari yang dimana kita menempatkan komitmen kita tanpa pamrih dan balas jasa, bermandikan paras rembulan yang melembutkan malam-malam panjang kita untuk saling menempa asa, rasa dan harapan, serta bertamukan gugusan gemintang yang bertebaran menyusun rencana dan gagasan hadir dalam segala bentuk inspirasi kehidupan.

Ijab kabul terhadap perjuangan pun indah, berjanji untuk memperjuangkan tanah air tanpa penindasan, berjanji untuk bertarung demi keadilan dan bertutur pinutur yang sama yakni bahasa kebenaran. Menafkahi perjuangan pun dengan segenap jiwa dan raga berkelana dengan tas ransel dipundak berisikan naskah perjuangan perlawanan terhadap penindasan, beralas kaki sandal jepit dalam menempuh perjalanan dan memiliki peraduan yang sederhana tetapi terulir dengan indah yakni sehelai tikar rajutan kulit bambu.

Menikahi perjuangan merupakan peristiwa bercinta 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu. Kerjanya menyapa orang-orang yang tak dikenal dan makannya kata-kata yang mengalir dari air mata rakyat. Bersenggama dengan pergumulan ide dan gagasan, jatuh cinta terhadap kakek dan nenek tua penjual nasi uduk dan nasi goreng serta bercanda ria di sela-sela waktu dengan anak jalanan.

Meriah perjalanan hidup dalam berjuang hampir tak punya waktu untuk berkeluh kesah tentang kesusahan yang kita hadapi sehari-hari, sebab hati dan jiwa selalu terisi dengan berbagai fenomena dan fakta kehidupan yang masih kita perjuangkan hingga hari ini. Segala nostalgia, romansa dan seluk beluk kehidupan di telusuri tanpa mengenal lelah dan bahtera pernikahan berlayar hingga ke pelosok-pelosok negeri.

Selamat pagi kaum berjuang, selamat berakhir pekan. Semoga kemaslahatan yang diperjuangkan tercapai dan semoga keridhaan Allah SWT menyertai kita semua diperjalanan kehidupan. Jangan lupa dengan kopi dan teh manis serta ketan susu yang masih menunggu untuk disantap. Semoga hidup kita barokah dan mampu menjawab tantangan jaman.

Salam takzim 😇

Salam cinta ❤💕

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.