Refleksi dan Evaluasi 20 Tahun Reformasi

Memasuki masa 20 tahun era Reformasi, Indonesia mengalami berbagai pasang surut dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada perkembangannya Reformasi menghasilkan berbagai perubahan baik di bidang konstitusi maupun di bidang kesejahteraan rakyat dan demokrasi. Menyoroti hal tersebut aktivis 98 dari berbagai elemen yang dulu terlibat dan berkecimpung dalam pergerakan mahasiswa 1998 memandang bahwa perkembangan yang terjadi sekarang masih jauh dari harapan para penggiat demokrasi yang sesungguhnya.

Cita – cita Reformasi dikhianati oleh oknum – oknum elit politik yang memainkan peranannya dalam pemerintahan yang menjadikan dirinya sebagai komprador bagi kepentingan asing yang ingin menguasai sumber daya alam di Indonesia. Kenyataan sejarah ini memang merupakan fakta yang menyakitkan bagi para penggerak demokrasi pada pergerakan mahasiswa di tahun 1998. Ketulusan dalam berjuang diselewengkan begitu saja oleh para elit penguasa yang bermain di kancah perpolitikan kini.

Oleh sebab itu, aktivis 98 kembali berhimpun untuk meluruskan cita – cita Reformasi yang telah melenceng jauh dari semangat awalnya. Dihadiri oleh berbagai aktivis 98 yang kini telah berkecimpung dalam beragam profesi dan kegiatan di masyarakat. Aktivis 98 mengutarakan kegeramannya atas arah bangsa bergulir. Sebagai tindak lanjut dari keprihatinan yang ada, para aktivis 98 menyikapi beberapa persoalan dan permasalahan yang bergulir di Indonesia saat ini.

Berdasarkan hasil kajian secara marathon yang dilakukan oleh tokoh–tokoh Aktivis 98 dari tanggal 18 Mei sampai dengan 21 Mei 2018 dalam Evaluasi 20 Tahun Reformasi Maka menjadi penegasan dalam garis perjuangan kami adalah sebagai berikut :

  1. Bahwa aktivis 98 adalah pelaku sejarah yang memiliki tanggung jawab perubahan pada republik ini dari sistem Orba yang otoriter, penindas, korup, komprador, kepentingan kapitalis dan militeristik kemudian dijatuhkan oleh mahasiswa pada tanggal 21 Mei 1998 untuk menjadi sistem yang dapat mensejahterakan kehidupan bangsa dan berkeadilan
  2. Bahwa dari fakta sejarah tersebut menjadi dasar para aktivis 98 diusia 20 tahun perjalanan reformasi terpanggil bukan lagi sebagai gerakan moral tetapi menjadi gerakan politik untuk merebut kekuasaan dalam mewujudkan cita-cita luhur reformasi yang diperjuangkan dengan nyawa, darah dan airmata.
  3. Bahwa sistem demokrasi yang diperjuangkan aktivis 98 telah dikhianati oleh elit yang berkuasa pasca tumbangnya Orde Baru sehingga terjadi penyimpangan perjuangan reformasi yang kita cita-citakan. Di antara pengkhiantan itu adalah masih meluasnya praktek korupsi, dan demokrasi berbiaya tinggi dalam pemilu/pilkada/pilpres.
  4. Bahwa gerakan politik merebut kekuasaan yang dilakukan aktivis 98 sebagai upaya menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari kebobrokan pengelolaan negara dan ancaman KEHANCURAN NEGARA
  5. Bahwa aktivis 98 harus terus menyatukan diri membangun kekuatan untuk berkuasa dan tidak pasrah dengan keadaan sebagaimana kekuatan dibangun pada tahun 1998 dulu.

Indonesia, 21 Mei 2018

Atas Nama Aktivis 98

  1. Aznil (KAMJAK)
  2. Wahab Talaohu ( Famred )
  3. Sayed Junaidi Rizaldi /Pak Cik (FKSMJ)
  4. Sarbini (FKSMJ)
  5. Abdullah Taruna (Famred)
  6. Bambang Dwi Djanuarto (FORKOT/ ISTN)
  7. Syaiful Afriady / Unpak Bogor
  8. Robby Siahaan (Famred)
  9. Rusmarni Rusli (PIJAR INDONESIA)
  10. Yudi Bonar Sinaga
  11. Rahmatullah. (UNIT. FKSMJ)
  12. Lutfi Nasution
  13. Antonius Danar (FKSMJ)
  14. Muhhamad Fachry (FKSMJ)
  15. Ali Sutra
  16. Heriyono (FKSMJ)
  17. Agust Q Shalehuddin (KB UI)
  18. Bambang Sri Pujo (FORKOT/Unkris)
  19. Ikravany Hilman (KBUI)
  20. Arie Purnama/Birong (FAMRED)
  21. Hengky Irawan (FORKOT)
  22. Denny Agiel P (FKSMJ/YAI)
  23. Ubeidillah Badrun (FKSMJ)
  24. Suryo AB (FKSMJ)
  25. Bayquni (FKSMJ)
  26. Marlin Dinamikanto (KDP)
  27. Jeffri Parlindungan (FKSMJ)
  28. Harie Setiawan/ Buluk ( FORKOT/ IISIP)
  29. Bobby Sanwani (FKSMJ/ STTI)
  30. Junius Satrianto (KM Mpu Tantular)
  31. Gunawan (FKSMJ)
  32. Irwansyah Nuzar (FKSMJ/Budi Luhur)
  33. Maman Fathurochman (FKSMJ)
  34. Jaya Safitri (FKSMJ)
  35. Uyus Setia Bakti (FKSMJ)
  36. Fadly Muhammad (FKSMJ)
  37. Ari Luka (FKSMJ)
  38. Roni Rusli / Bonchu (FKSMJ)

LIN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.