2018-10-08 00.51.50

Sedulur, di era keterbukaan informasi kita rakyat Indonesia dihadapkan pada transparansi publik tentang beragam hal. Dari lifestyle hingga tata kelola negara, begitu meriah di jagad dunia maya dan dunia nyata. Masyarakat sangat antusias dengan kemajuan bangsa kita dalam kemampuan untuk mengolah dan mengapresiasi informasi menjadi ilmu pengetahuan. Saling berlomba dalam kebaikan tentunya lebih bermanfaat daripada sekedar kisruh tak tentu arah. Tentunya kiprah generasi pemuda – pemudi bangsa Indonesia yang cerdas dan kokoh memberikan warna dalam kemeriahan yang ada. Rakyat Indonesia dihadapkan dengan sebuah optimisme akan masa depan bangsa yang cemerlang dan penuh manfaat. Segenap dari kita bersama tanggung renteng bersama seluruh rakyat Indonesia mengedepankan gotong royong untuk kemajuan bersama.

Kita bangsa Indonesia patut berbangga dengan kiprah para pemimpin hingga saat ini. Dengan terpilihnya Presiden RI, Joko Widodo dan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla pada pemilu 2014 terbukti para pemimpin mampu memberikan yang terbaik dari dirinya. Di sokong oleh kontribusi pemuda – pemudi Indonesia yang tanpa mengenal lelah bekerja untuk kepentingan negeri tentunya kerja nyata yang di lakukan sangat terasa dampaknya bagi kemajuan Indonesia. Kini pemilu 2019 hadir dihadapan kita, Pakde Jokowi kembali mencalonkan diri untuk memimpin, berpasangan dengan KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres RI. Sedikit mengejutkan pada awalnya tentang pilihan cawapres RI, tetapi dengan kemampuan Pakde Jokowi melihat potensi dengan serta merta di jawab oleh KH Ma’ruf Amin dengan cara – cara cerdas. Pakde Jokowi kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai pemimpin yang unggul, ditengarai beliau memimpin setidaknya 178 lembaga Kepresidenan di bawah komandonya. Tentunya dengan kemampuannya memimpin tersebut menunjukkan bahwa Pakde Jokowi sangat memiliki kontrol diri yang tinggi.

Terlihat jelas dengan pilihan – pilihan kebijakan Pakde Jokowi yang totalitas serta tepat sasaran. Beragam pendapat memang diakui mengenai tentang otoritas yang dimiliki Pakde Jokowi yang dikesankan sebagai pemimpin otoriter. Tentunya dengan kewenangan yang dimiliki olehnya sangat mudah bagi Pakde Jokowi untuk mengarahkan kebijakan dan pilihannya untuk mengedepankan demokrasi sebagai cara bernegara menunjukkan bahwa Pakde Jokowi bukanlah pemimpin otoriter. Di lain pihak ketika dibutuhkan ketegasan untuk bersikap Pakde Jokowi sangat capable dengan membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang kehadirannya mengancam kedaulatan negara. Agar kita tidak sesat pikir dan kehilangan nalar perlu kita pilah persoalan yang ada dimana keberadaan HTI yang mengusung negara khilafah mengancam eksistensi negara bangsa Indonesia yang berlandaskan kepada Pancasila dan Preambule UUD 1945.

2018-11-18 01.46.45-2

Sementara kerja – kerja belum lagi usai, HTI merongrong kedaulatan negara dengan melakukan klaim atas negara khilafah yang menjadikannya organisasi masyarakat terlarang. Bangsa Indonesia dihadapkan kepada sebuah kenyataan bahwa peran organisasi agama sangat signifikan dalam berbangsa dan bernegara. Dalam taman sari Pancasila, kemajemukan dan keberagaman masyarakat, organisasi agama telah memainkan peranan penting untuk kohesi sosial kemasyarakatan. Mengutip pengamatan tokoh nasional, Yudi Latif, bahwa organisasi keagamaan telah mencapai puncak kohesi sosial yang beradab, yang tinggal selangkah lagi untuk berbaur dan blend dengan moral publik. Tentunya agar moral publik menjadi nilai dasar dalam bermasyarakat maka pemahaman mayoritas minoritas mesti di hapus dalam memori kolektif kita, dimana setiap umat beragama merupakan entitas masyarakat yang setara tanpa harus mengukur jumlah penganut agama tertentu. Kekuatan moral publik dan kepatutan bermasyarakat ini harus diimbangi dengan sikap negara yang berkeadilan dan bersatu, dimana pelaksanaan peribadatan di dalam sendi – sendi bermasyarakat dilindungi secara penuh oleh negara juga pembangunan rumah peribadatan di dukung sebagai bentuk negara mengayomi masyarakatnya untuk menjaga moral publik yang sama dan setara.

Hal ini juga disadari secara komprehensif oleh PKPIndonesia agar ketika menyerap aspirasi masyarakat dapat berimbang dan pada pelaksanaannya kita akan memperjuangkan semua golongan yang menyampaikan aspirasinya di segala bidang. Tentunya ini bukanlah semudah membalikkan telapak tangan tetapi dibutuhkan kerja keras yang nyata dari seluruh pihak. Sebagai partai yang memiliki loyalis kader yang setia kepada organisasi menjadi modal utama bagi PKPIndonesia. Partai yang di pimpin oleh Ketua Umum, Diaz Hendropriyono ini memiliki kekuatan primernya yang mewadahi veteran dan prajurit TNI – Polri. Juga memberikan ruang bagi kaum muda dengan mewadahi kegiatan olahraga elektronik e sport sebagai ajang aktualisasi pemuda – pemudi yang memiliki kegemaran bermain mobile game. Selain itu pula beragam kegiatan sosial kemasyarakatan dilakukan oleh PKPIndonesia, seperti turut berperanserta untuk Penanggulangan Bencana Palu dan aksi – aksi bakti sosial yang tersebar di seluruh penjuru negeri. Bersyukur PKPIndonesia memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan negeri, tentunya dengan sinergitas antar kader ditujukan untuk memaksimalkan potensi partai yang ada dan mampu mencapai target parliamentary threshold 4%. LIN

Akhmad Batara Parenta Parlindungan

Calon Legislatif DPR RI, Daerah Pemilihan DKI Jakarta 1, Jakarta Timur

Anggota Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPIndonesia, Ketua Bidang Kebudayaan

Penulis, Jurnalis, Penggiat Sosial Kemasyarakatan dan Wirausahawan

Aktivis Pergerakan Mahasiswa 1998

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.