Melawan Arus

Romantika, Dinamika dan Dialektika

Sedulur, mengenali sifat – sifat perjuangan tentunya perlu untuk mengetahui apa yang sedang kita perjuangkan dan siapa yang kita perjuangkan. Pada prosesnya, keberanian, keteguhan, kesetiaan, kesabaran dan kesiapan revolusioner menjadi penting untuk diprakarsai oleh segenap dari kita. Hendaknya ketika berjuang kita memiliki pengetahuan yang utuh tentang apa yang sedang diperjuangkan, agar segenap dari kita tidak hanya menjadi rombongan atau sekelompok entitas kebangsaan yang tidak memiliki tujuan dalam perjuangan. Tentunya segala tentang falsafah kebangsaan telah tuntas di segenap jiwa dan raga kita, sehingga untuk memperjelas maksud dan tujuan, risalah ini bukanlah tentang menelanjangi kohesi sosial bangsa Indonesia, tetapi dengan segala kerendahan hati, diperuntukan meredefinisi arah perjuangan bangsa Indonesia sebagai bagian dari masyarakat global. Kepentingan kita jelas, perdamaian yang abadi; kebutuhan kita jelas merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur; perjalanan kita jelas, yakni kemaslahatan bagi sesama manusia; proses kita jelas, demokrasi yang berlandaskan kerakyatan dan musyawarah; dan tindakan kita jelas, yaitu untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Agar segala yang dicita – citakan mampu kita capai, maka kebutuhan untuk sebuah pergerakan nasional dipandang penting untuk dilakukan. Pergerakan nasional ini mencakup lingkup politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan; yang tidak hanya bagi bangsa Indonesia tetapi juga untuk ketenteraman umat manusia pada umumnya dan masyarakat Indonesia pada khususnya. Tiada yang lebih penting bagi bangsa Indonesia selain dari memperjuangkan kehendak nasional yang selalu dan senantiasa menggelora di jiwa dan raga kita. Tanpa bermaksud untuk membesar – besarkan keadaan atau mengecilkan persoalan kemasyarakatan yang ada, perlu dipastikan oleh kita semua bangsa Indonesia bahwa kita memiliki tujuan perjuangan yang sama, dan bukan untuk bermaksud menggeneralisir keadaan, pada tatanan masyarakat yang beragam dan majemuk ini, tentunya sebuah kesatuan dan persatuan tekad tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan sebuah revolusi kebudayaan yang berujung pada sebuah peradaban yang unggul, tidak hanya sebatas seremonial penyelenggaraan acara adat istiadat, tetapi masuk kepada kehidupan sehari – hari masyarakat. Setiap teladan, setiap kebaikan, setiap keluhuran, setiap kesantunan dan setiap kemajuan masyarakat mesti diberikan apresiasi yang memiliki nilai tambah pada para pelaku. Sehingga setiap dari kita membiasakan diri untuk saling asah, saling asih dan saling asuh yang sesungguhnya pada perilaku keseharian masyarakat.

Sungguh, risalah ini merupakan apresiasi yang ingin disampaikan kepada masyarakat umum atas kemampuannya untuk menjaga kohesi sosial kemasyarakatan kita sebagai entitas kebangsaan Indonesia yang berbudi pekerti luhur. Tak ingin budi baik masyarakat menjadi sia – sia tanpa sebuah rancangan kebangsaan yang utuh dalam menjalani kesehariannya. Yang dimaksud sia – sia adalah dimana kebaikan dan keluhuran bangsa Indonesia disalahartikan sebagai bentuk inferior complex, dimana ketika kita berbaik hati dan berbaik sangka justru diperalat untuk kepentingan – kepentingan yang bersifat buruk seperti ajang penipuan dan tipu muslihat yang dianggap berangkat dari betapa polosnya bangsa Indonesia. Satu hal yang perlu menjadi kepedulian bersama, bahwa ketulusan kita dalam bertindak dan bersikap tak boleh dipandang sebelah mata sebagai hal yang melemahkan entitas kebangsaan kita. Perlu bagi kita untuk bersama – sama menemukan rumusan tatanan pergaulan masyarakat yang mengindahkan segala bentuk ikhtiar atau usaha upaya, karena tiada hal baik yang sia – sia, maka kebaikan dan keluhuran itupun harus kita bersama perjuangkan untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam bentuk tatanan masyarakat bersama yang kita cita – citakan. Ini adalah tanggung jawab sosial bersama, dimana pada prosesnya, untuk mengisi kemerdekaan dan memasuki pintu gerbang kemerdekaan yang sesungguhnya dapat dirasakan oleh setiap rakyat Indonesia.

Mengarungi perjalanan perjuangan tidaklah mudah, tentunya disadari, banyak aral melintang yang kita hadapi bersama. Pada prosesnya tentu kita tidak ingin menggunakan cara – cara yang salah, dan ketika kita secara tanggung renteng ingin mencapai kemaslahatan, tentunya kemakmuran yang dicapai adalah dengan cara – cara tanpa eksploitasi dan penindasan. Sebagai bangsa yang meninggikan peradaban dan berbudi pekerti luhur, tentunya watak penjajahan yang intimidatif dan merusak sendi – sendi kemasyarakatan kita harus dihilangkan dari benak kita bersama. Kebutuhan untuk memiliki sifat ekspansif memang ada, tetapi hal tersebut hanya diperuntukan bagi penyebarluasan makna dan nilai luhur yang kita pikul bersama. Begitupula dengan watak jahil dan culas yang menggerogoti mental kebangsaan kita harus dihapuskan dari memori kolektif kita, agar alam bawah sadar kitapun mampu berbuat adil sejak dalam pikiran. Sehingga sebagai makhluk yang juga memiliki beragam kelemahan dapat mempertanggungjawabkan kesalahan – kesalahannya di masyarakat. Keberpihakan kepada kehidupan menjadi penting bagi kita bersama untuk menentukan sikap kita ketika berbaur dalam tatanan pergaulan dunia, kalaupun hal tersebut tertolak oleh natur dimana kita berpijak, tetaplah bersiteguh dalam kebaikan, jangan biarkan keburukan mewarnai kehidupan kita. Sangat disadari bahwa kita sedang menghadapi jaman dimana kotak pandora kehidupan lambat laun terbuka dan kaca benggala merefleksikan mozaik kehidupan yang beragam.

Ketahuilah bahwa hal yang hina bukanlah tentang bersiteguh dalam sebuah prinsip kehidupan, yang nista adalah ketidaktahuan kita atas keburukan yang ditimbulkan dari kelalaian kita dalam bertindak. Saat ini, meskipun melelahkan tetapi dibutuhkan segerombolan orang yang berpikir menggunakan hati, sebab di era inklusifitas informasi seperti sekarang ini, banyak sekali otak kita terombang – ambing oleh misinformasi yang bersifat jahil dan eksistensialis. Mengapa berpikir menggunakan hati, sebab disinilah yang pada akhirnya kita memiliki kemampuan untuk merumuskan apa yang benar dan meninggalkan apa yang salah. Sangat disadari bahwa beragam kebutuhan kita untuk menjalani kehidupan sehari – hari tidak berbanding lurus dengan pamrih yang kita dapatkan. Seringkali kita dapati bahwa sebuah pengorbanan di rasa terlalu besar untuk sebuah pencapaian yang sangat minimal dan kita menjadi tatanan masyarakat yang selalu saja pasrah terhadap keadaan. Kekhawatiran para founding fathers Republik Indonesia sudah sampai di ujung jalan dimana kita nyaris saja menjadi kuli dari bangsa kuli, bersyukur dengan kesigapan masyarakat dapat menentukan arah pergerakan nasional kita. Tentunya kesigapan ini harus dirangkum dalam sebuah elan perjuangan yang utuh untuk menentukan arah tujuan bangsa Indonesia. Sebagai sebuah tatanan masyarakat, bangsa Indonesia sangat unggul, alas sebagai sebuah tatanan kenegaraan kita masih rapuh. Yang disebut rapuh adalah krisis kepemimpinan di tatanan kenegaraan sebagai akibat tersumbatnya pemuda Indonesia untuk leading dipercaturan politik Indonesia. Tanpa ingin berspekulasi terlalu jauh, dekadensi kaderisasi kepemimpinan di Republik Indonesia mengalami kemunduran. Anak – anak muda Indonesia sangat mudah patah arang yang diakibatkan bangsa kita terlalu keras mendera mereka dengan tantangan, sehingga potensi anak muda Indonesia yang gemilang di masa sekolah menjadi sia – sia di masa dewasa.

Fakta dan fenomena ini bukan bermaksud untuk menegasikan atau bahkan ingin memanjakan anak muda Indonesia dengan beragam kemudahan. Tetapi ingin mendorong agar katup kesempatan kepemimpinan di buka bagi pemuda Indonesia, agar tatanan kenegaraan kita segar dan semarak. Kita acapkali menyaksikan begitu banyak anak muda yang di masa kecilnya memiliki potensi tetapi tersendat di masa dewasanya yang disebabkan oleh keengganan negara untuk memberikan kesempatan kepemimpinan. Bangsa Indonesia sudah sangat overdosis dengan politik aliran, sehingga dipandang perlu bagi para pelaku – pelaku politik saat ini untuk legowo memberikan jalan bagi pemuda Indonesia maju di kancah kepemimpinan Republik Indonesia. Bagi Indonesia tiada yang lebih penting selain menyaksikan langkah pertama anak – anak bangsanya yang telah tertempa oleh jaman sedari kecilnya. Diharapkan sifat – sifat kepemudaan yang memiliki keberanian dan kejujuran dalam bertindak dapat bertarung di tatanan masyarakat global dengan cerdas dan tangkas. Buang jauh – jauh ambisi untuk berkuasa, tampilkan teladan untuk memimpin dan dengan sendirinya pemuda Indonesia akan muncul kepermukaan sebagai generasi yang mengagumkan. Seperti layaknya langkah anak, tentunya kita akan terjatuh dan terluka sedikit, tetapi sebagai sebuah tatanan kenegaraan selayaknya pemuda Indonesia mencapai kegemilangannya. Merdeka!!! LIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.