Melawan Arus.

Romantika, Dinamika dan Dialektika.

 Jika kami bunga Engkau adalah tembok itu

Tapi di tubuh tembok itu

Telah kami sebar biji-biji

Suatu saat kami akan tumbuh bersama

Dengan keyakinan: engkau harus hancur!

Dalam keyakinan kami

Di manapun — tirani harus tumbang!

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan

Di sana bersemayam kemerdekaan

Apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu: pemberontakan!

  • Wiji Thukul, 1996.

 

Sedulur, dengan segala kerendahan hati kita ingin menyampaikan bahwa negeri kita yang indah ini, Indonesia masih banyak yang perlu untuk kita perjuangkan. Mengutip syair Wiji Thukul bahwa telah menyemai benih – benih perjuangan seluruh pelosok negeri. Dan sekali lagi, suara – suara ini takkan pernah lekang oleh waktu. Di manapun ada penindasan dan tirani disitulah bersemayam jiwa – jiwa perlawanan untuk menghempaskan tirani di setiap penjuru negeri. Pergerakan kebudayaan ini tak dapat dipandang remeh, kepastian dari cita – cita perjuangan para pendiri Republik harus tercipta tanpa terkecuali. Disadari pula bahwa untuk terciptanya tatanan masyarakat yang sesuai dengan cita – cita Republik Indonesia berdiri tidaklah mudah. Dan dibutuhkan sebuah energi ekstra untuk mengakumulasikan daya dan upaya revolusi Indonesia. Bahwa revolusi belum selesai dan membutuhkan kerja – kerja kemaslahatan yang utuh serta menyeluruh dari segenap jiwa dan raga kita. Hendaknya kita menginsyafi sebuah kenyataan bahwa mengisi kemerdekaan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Beberapa waktu belakangan ini kita, bangsa Indonesia dihadapkan sebuah episode berbangsa yang pelik dan bergemuruh. Isu – isu SARA menyeruak di angkasa Indonesia, sebagai bagian dari bangsa Indonesia, maka segenap dari kita di pandang perlu untuk memberikan perhatian khusus atas dampak yang terjadi dari munculnya sentimen – sentimen yang merendahkan kemanusiaan kita. Agar segenap dari kita menyadari bahwa ini adalah peristiwa serius yang butuh sentuhan ketegasan dan kepastian dari penindakan yang perlu diambil oleh pemerintah Indonesia. Peristiwa SARA yang terjadi bukan untuk saling basa basi yang bersifat seremonial tapi keteguhan dari pengurus Republik untuk mengambil sebuah tindakan yang terukur dibutuhkan untuk meredakan tensi kultural di antara sesama anak bangsa. Tentunya keadaan ini sangat menyakitkan bagi korban isu SARA dan melukai perasaan anak bangsa Indonesia di seluruh Indonesia. Dimana masih ada oknum – oknum baik di dalam maupun di luar pemerintahan yang dengan sengaja memainkan operasi kolonial devide et empera.

Seruan – seruan ekstrimisme dengan sengaja dilontarkan oleh beberapa pihak untuk meredam suara – suara kemerdekaan yang sedang menggema di seluruh negeri. Pola – pola diskriminasi pun dimainkan untuk melakukan upaya pemecah belah komponen bangsa. Sebuah permainan konflik yang sangat riskan untuk dilakukan dan dibutuhkan sebuah keberanian untuk mengambil tindakan yang utuh dan komprehensif di seluruh penjuru Republik untuk memastikan bahwa fase kehidupan yang sedang kita lalui saat ini harus tuntas tanpa pengecualian. Sebuah pergerakan kebudayaan yang sedang kita gagas adalah untuk Mengindonesiakan Indonesia dengan segenap pertaruhan yang ada didalamnya. Bangsa Indonesia memasuki fase dimana kegigihan kita sebagai sebuah entitas kemasyarakatan sedang di ganggu oleh oknum – oknum yang memiliki beragam kepentingan di dalam Republik ini. Sebuah sindikasi multi proxy sedang memainkan sebuah peranan yang sangat berbahaya bagi keutuhan Republik, tetapi segenap bangsa Indonesia harus yakin bahwa fase ini dapat kita tuntaskan dengan beragam cara cerdas.

Kekuatan Kita : Keteguhan, Kegigihan dan Ketekunan untuk Tetap Selalu dan Selamanya Merdeka, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.

Bagi bangsa Indonesia tiada yang lebih penting dari memastikan untuk menjadi bangsa yang berdaulat, berdikari dan berkepribadian terjadi di negeri kita. Maka bagi kita harus menjadi sebuah keharusan untuk menampilkan sebuah kenyataan berperikehidupan dan berperikemanusiaan yang teguh, gigih dan tekun. Sebab bagi bangsa Indonesia menjadi entitas kemasyarakatan yang bermartabat dan saling memanusiakan manusia satu dengan lainnya harus menjadi realitas kohesi sosial kita. Menempuh perjalanan panjang dalam mengisi kemerdekaan memang penuh liku, tetapi segenap dari kita harus memiliki sebuah keyakinan bahwa kita bisa menjadi bangsa yang unggul di tatanan masyarakat dunia. Segenap dari kita harus mampu menampilkan kepada dunia jawaban atas conflict of interest yang menggejala di negeri kita dengan tangkas dan lugas. Kelak apabila kasus rasialis ini tuntas, kita dapat mengatakan kepada dunia bahwa tatanan masyarakat yang rukun dan tenteram serta berperikemanusiaan bukanlah sebuah utopia bagi bangsa Indonesia. Tetapi merupakan realitas sejarah yang telah digoreskan dalam sebuah mahkamah sejarah bahwa bangsa Indonesia bisa mencapai cita – cita kemerdekaan Republik Indonesia.

Bersiteguh untuk sebuah kesetiaan di saat genting lebih bermakna dibandingkan ribuan kemenangan dalam ribuan pertempuran. Jadikan setiap pergumulan dalam hidup kita merupakan pergumulan pamungkas yang akan melahirkan generasi – generasi pemberani. Apabila kita menang, kita harus menang dengan cara – cara terhormat sebagaimana layaknya bangsa yang bermartabat. Kita, bangsa Indonesia mengemban amanah cita – cita kemerdekaan Republik perlu menginsyafi sebuah kenyataan bahwa dipenghujung jaman kita dapat mengatakan bahwa kita, bangsa Indonesia utuh seluruh. Serpihan perpecahan akibat konflik kita rajut dengan seksama demi tercapainya perdamaian yang abadi bagi segenap bangsa Indonesia. Tiada yang lebih penting bagi kita di saat genting seperti ini selain saling mengasihi satu sama lainnya, di saat yang darurat seperti saat ini tiada yang lebih penting selain sekali lagi bergumul langsung dengan beragam persoalan kebangsaan. Segenap putra putri bangsa Indonesia dipandang perlu untuk mengerahkan segenap kemampuannya untuk menggelorakan kecintaan kepada tanah air, dengan karya, dengan budi pekerti luhur, dengan kecerdasan emosional yang paripurna, dengan kegigihan untuk terus berbuat baik dan dengan ketekunan untuk berdedikasi dibidangnya masing –  masing.

Jauhkan dari memori kolektif kita tentang mengerdilkan peran suatu kelompok atau golongan. Sebab bangsa Indonesia lahir dan tercipta untuk semua golongan. Tanggalkan untuk dilaksanakan di kemudian hari segala rencana yang tertunda, jadikan mimpi – mimpi terliar bangsa Indonesia menjadi kenyataan. Bangsa Indonesia memiliki mimpi bahwa perdamaian abadi harus tercipta di seluruh dunia dan hal tersebut harus menjadi kenyataan tanpa terkecuali. Maka oleh sebab itu, pergerakan kebudayaan ini menjadi sebuah keniscayaan untuk diejawantahkan ke seluruh penjuru negeri agar bangsa Indonesia benar – benar kembali ke khittahnya sebagai bangsa mercusuar dunia. Itu semua di mulai dari keteladanan bahwa kita, bangsa Indonesia harus mempelopori sebuah pergerakan semesta perdamaian abadi. Kita, bangsa Indonesia mesti tampil sebagai avant garde dari setiap prakarsa perdamaian di seluruh penjuru negeri. Sehingga ketika sampai di pundak bangsa Indonesia sebuah pengambilan keputusan penting di saat genting, kita, bangsa Indonesia, mampu memberikan teladan dan tindakan yang lugas dan tangkas. Jangan terlena dengan beragam kemudahan yang sekarang menggejala di negeri kita, harus bisa dipastikan kepada segenap dari kita bahwa kemudahan yang ada dijadikan motivasi bagi rakyat Indonesia untuk selalu melakukan peningkatan kualitas kemanusiaan kita. Dalam kesederhanaan kita bisa, dengan keteguhan kita mampu, bersama kegigihan kita capai, juga ketekunan melengkapi martabat kemanusiaan kita. Merdeka!!! LIN

4 respons untuk ‘Mengenali yang Kuperjuangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.