Cakra Wangsa


Indonesia Merdeka

Indonesia Merdeka

Dirgahayu,

Berbangsa dan bernegara memang berliku dan dalam menjalaninya penuh dengan tantangan yang terjal serta mendaki. Dalam menghadapi pasang surutnya, berbangsa dan bernegara juga kerap menghadapi berbagai aral yang melintang. Tetapi ketika menyimak sedikit ke belakang, semuanya begitu berharga, membanggakan dan menggairahkan. Berbangsa Indonesia begitu menyenangkan dan membahagiakan, meskipun dalam kesehariannya banyak kesulitan yang dihadapi tetapi kalau dilihat dari gambar besarnya semua pengorbanan layak untuk dilakukan.

Berbangsa Indonesia menumpahkan darah dan air mata, berbangsa Indonesia bercucuran keringat, berbangsa Indonesia membuat kita lebur menjadi satu dengan ibu pertiwi, dan berbangsa Indonesia memiliki Bapak-Bapak Bangsa yang membanggakan. Sebagai anak bangsa kita rakyat Indonesia tentunya banyak mendengar cerita tentang perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan oleh para pendiri bangsa, pahlawan Indonesia, dan setiap hari kita bergumul untuk meneladaninya serta mewujudkan nilai teguh prinsip hidup yang dipegang oleh para pendiri bangsa, para pahlawan Indonesia.

Kemerdekaan Republik Indonesia telah mencapai 71 tahun, sebagai sebuah bangsa dan bernegara kita masih sangat muda sekali tetapi sebagai sebuah entitas masyarakat yang melingkupi nusantara, persaudaraan kita bisa di bilang hampir sepanjang jaman. Kita telah memasuki periode kebangsaan yang ketiga, bangsa Indonesia, periode kebangsaan pertama kita adalah masa Kerajaan Sriwijaya dan periode kebangsaan kedua kita adalah masa Kerajaan Majapahit, dan semuanya menorehkan tinta emas di tatanan masyarakat Indonesia, kita selalu dan senantiasa di kenal sebagai bangsa menjunjung tinggi peradaban serta di kenal sebagai bangsa yang bangsa atas entitas kebangsaannya.

Indonesia  pun telah memasuki periode ketiga, yang pertama periode Perjuangan Kemerdekaan, periode kedua Pembangunan dan kini yang ketiga adalah periode Perubahan. Sesungguhnya apabila di telisik lebih jauh dari periode yang Indonesia jalani kita selalu sepuluh langkah lebih maju di bandingkan bangsa-bangsa lain, Indonesia selalu saja senantiasa terdepan dalam proses sublimasi tatanan masyarakat dunia, dan dapat dengan lantang kita mengatakan dengan dada yang membusung ke depan bahwa Indonesia konsisten menjunjung peradaban, Indonesia senantiasa mampu menjawab tantangan jaman, Indonesia selalu mampu mengedepankan falsafah kemanusiaan di setiap jaman dan Indonesia selalu mampu menjawab semua tantangan jaman dengan elegan.

Cita-cita proklamasi, Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila serta NKRI merupakan pilar perjuangan yang menjadi ciri khas kita, sehingga ketika berhadap-hadapan dengan dunia kita mampu menjawab dengan merdeka, berdaulat, adil dan makmur. Pada fase Perjuangan Kemerdekaan kita mewarisi tatanan pergaulan yang sangat luas dengan KTT Asia-Afrika serta Zona Ekonomi Ekslusif di perairan dunia, dengan gagah dan berani kita menghadapi penjajah baik di medan pertempuran maupun di meja perundingan, apapun dan siapapun lawan kita tumpas demi kemerdekaan Indonesia. Fase kedua Indonesia Merdeka melakukan Pembangunan, di masa-masa tersebut Indonesia begitu dominan di tatanan pergaulan dunia, di segani baik di dalam dan di luar negeri serta memiliki keberanian untuk menentukan sikap kita sebagai bangsa dan negara.

Kini di fase ketiga Indonesia Merdeka melakukan Perubahan di segala bidang, pada prosesnya kita menghadapi berbagai persoalan internal dan eksternal, begitu kompleks, sehingga siapapun Presiden di fase Perubahan ini patut di acungi jempol atas sikap mereka menjawab tantangan jaman. Presiden BJ Habibie memiliki kemampuan untuk membuat Indonesia bangkit dari keterpurukan; Presiden Abdurrahman Wahid memiliki kepiawaian diplomasi lintas negara yang mampu menusuk hingga ke jantung-jantung strategis konstalasi dunia; Presiden Megawati Soekarnoputri memiliki keahlian untuk melakukan tindakan atas eksploitasi yang dilakukan dunia barat sehingga utang-utang Indonesia yang tak semestinya ditanggung oleh Indonesia mampu terhapus; kemudian Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang memiliki kebiasaan bermain cantik di banyak bidang mampu membangun optimisme bangsa Indonesia meskipun dengan berbagai kritik yang menerpa tetapi mampu untuk tampil elegan di tatanan masyarakat dunia.

Kemudian Presiden Joko Widodo pun turut melakukan prestasi yang membanggakan dengan kemampuan multibidang, dapat mensinergiskan antara wacana dan kerja sehingga budaya omong kosong terhapus dari bumi pertiwi kita. Memang benar di setiap jaman memiliki tantangannya masing-masing, tetapi menelisik sepak terjang para pemimpin Indonesia di fase Perubahan, Indonesia dapat dengan lantang mengatakan Rawe-rawe rantas malang-malang putung, Gemah ripah loh jenawi, Tata tentrem kertaraharja. Kemampuan Indonesia menjawab tantangan jaman sedemikian hebatnya sehingga kita mampu melampaui persoalan-persoalan tatanan masyarakat, dengan prinsip Gotong Royong, Indonesia mampu secara bersama-sama membangun dan mengisi kemerdekaan.

Kedepan kita masih akan menghadapi berbagai tantangan jaman, tetapi yakinlah kita sebagai sebuah bangsa memiliki modal yang cukup menjadi bangsa besar dan terhormat, memiliki kekuatan spiritual yang tinggi untuk bertahan dan memiliki kesadaran yang utuh dalam berbangsa dan bernegara. Optimisme ini bukan angan-angan belaka tetapi berpijak pada jalan panjang yang telah kita tempuh bersama dalam berbangsa dan bernegara sehingga tak perlu adanya ke khawatiran tentang keutuhan bangsa dan negara. Sekali Merdeka Tetap Merdeka, Merdeka 100 %.

Rahayu Mahardhika.

Iklan