Demokrasi Meritokrasi


Saudaraku, demokrasi tanpa kepemimpinan hanya melahirkan gerombolan. Dalam gerombolan, kepentingan warga negara mudah menjelma menjadi anarki. Kekerasan, pemaksaan, dan pelanggaran pun tak terelakkan.  Tidaklah sama, antara pemerintahan otoriter dan pemerintahan otoritatif. Demokrasi bermaksud membasmi yang pertama, tetapi tak bisa tegak tanpa kedua. Kenyataan kini, aneka peraturan dan pembangunan tak jalan karena lemahnya otoritas kepemimpinan atas…Read more Demokrasi Meritokrasi

Iklan

Menatap Indonesia dengan Wawasan Kebangsaan Pancasila


Sedulur, Indonesia merupakan sebuah bangsa yang lahir dari keragaman kultural dan etnis yang kaya dengan nilai dan falsafah Kemanusiaan yang berasal dari nilai Ketuhanan. Sebagai sebuah bangsa yang memiliki kecenderungan untuk memperkaya nilai kemanusian, kehidupan yang berkesinambungan dengan alam, Indonesia memiliki modal sosial yang melimpah untuk menjadi bangsa yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Untuk…Read more Menatap Indonesia dengan Wawasan Kebangsaan Pancasila

Pergerakan Pendulum Kapitalisme Dalam Tatanan Dunia Baru


Kondisi Internasional Krisis finansial yang dimulai pada 2008 dan juga resesi ekonomi di Eropa, secara signifikan memperbesar angka pengangguran di wilayah itu.  Eurostat mencatat hampir seperempat (21,8 persen) dari pemuda usia antara 18-25 tahun di Uni Eropa tidak memiliki pekerjaan. Pengangguran dan kemiskinan telah menjadi masalah serius di Uni Eropa dan melunturkan upaya para pemimpin…Read more Pergerakan Pendulum Kapitalisme Dalam Tatanan Dunia Baru

Serangan Jantung Budaya (3)


Oleh: Yudi Latif (Kompas, Jumat, 30 Desember 2016) Perkembangan dunia pasca-industrial dengan revolusi di bidang telekomunikasi, transportasi, dan turisme membawa arus globalisasi yang makin luas cakupannya, dalam penetrasinya, dan instan kecepatannya. Dengan intensitas dan ekstensivitas arus globalisasi, radiasi budaya dari lapisan terluar (teknologi) bisa cepat disusul oleh peradiasian pada lapisan-lapisan budaya yang lebih dalam, hingga…Read more Serangan Jantung Budaya (3)

Serangan Jantung Budaya (2)


Oleh: Yudi Latif (Kompas, Jumat, 30 Desember 2016) Dalam proses perubahan kebudayaan, kita bisa menengok pandangan Arnold Toynbee dalam A Study of History(1957), tentang pengaruh "radiasi budaya".  Menurut pandangannya, peradaban itu berlapis-lapis, dimulai dari teknologi di lapisan terluar, berturut-turut disusul oleh lapisan seni, lapisan etika, dan agama di lapisan terdalam.  Kebudayaan yang lebih kuat akan…Read more Serangan Jantung Budaya (2)

Serangan Jantung Budaya (1)


Oleh: Yudi Latif (Kompas, Jumat, 30 Desember 2016) Mental primordial budaya Nusantara itu punya daya lenting seluas dan sedalam samudra, yang bisa menyerap unsur-unsur budaya luar tanpa mencemari dan melenyapkan jati dirinya. Pada 1927, pemikir dan sastrawan India paling terkenal Rabindranath Tagore berkunjung ke Pulau Jawa dan Bali. Di sana ia menemukan bayangan India yang…Read more Serangan Jantung Budaya (1)

Lalu Waktu


Saudaraku, pergantian tahun hanyalah pergeseran bilangan; tidak dengan sendirinya membawa substansi baru. Betapapun, kedatangan tahun baru menerbitkan fajar kesadaran betapa cepat kilatan waktu berlalu, melewati kita dalam tumpukan masalah yang tertinggal di masa lalu. Degup jantung kita ibarat detak waktu, yang setiap detiknya mengabarkan kehilangan dan penantian. Yang berlalu adalah kekinian yang lekas silam. Yang…Read more Lalu Waktu

Politik Harapan


"Aku memohon kepada seorang tua yang berdiri di ambang Tahun Baru, ’Berilah aku cahaya yang memungkinkan melangkah aman menuju kegelapan.’ Orang itu pun menjawab, ’Pergilah menuju kegelapan dan letakkan tanganmu pada tangan Tuhan. Hal itu akan lebih baik bagimu ketimbang cahaya, dan lebih aman daripada jalan yang dikenal’.” Begitulah Raja George VI memberikan wejangan menyambut…Read more Politik Harapan

Jalan Sunyi Pengorbanan


Oleh: Yudi Latif (Kompas, Selasa, 20 Desember 2016) Dalam krisis dengan kehilangan rasa saling percaya, diperlukan kejernihan mata batin untuk melihat jalan keluar. Tetapi gemerlap kehidupan pasca-modern, seperti yang memaguti Indonesia saat ini, adalah kehidupan yang disesaki kebisingan sampah suara. Politisi, pedagang, ilmuwan dan agamawan berlomba berebut pengeras suara, jualan ”kecap nomor satu”. Nyaris tak…Read more Jalan Sunyi Pengorbanan

Trust


Saudaraku, apa yang bisa kita pertaruhkan dalam kompetisi global dengan gerak mobilitas yang bergegas, saling terkait, merobohkan tapal batas, dan menciptakan arena permainan yang merata (flat)?  Jawaban yang dimunculkan sebagai tumpuan daya saing ini biasanya hanya merujuk pada aset-aset yang ”teraba” (tangible): sumberdaya material, tenaga terampil, arus investasi, prosedur demokrasi, legislasi dan sejenisnya. Tetapi orang…Read more Trust