Memaafkan Untuk Menghidupkan


Saudaraku, kontestasi politik paling barbar dalam era reformasi telah berakhir, menyisakan luka-luka yang menganga. Sementara pertengkaran riuh-rendah, demokrasi sendiri berada di ujung tanduk. Krisis tatanan kehidupan bernegara terlalu dalam untuk bisa diatasi hanya dengan pergantian penguasa. Dalam situasi kritis yang mengancam masa depan kehidupan bersama, tak ada jalan lain kecuali harus menguatkan simpul-simpul persatuan, dengan…Read more Memaafkan Untuk Menghidupkan

Iklan

Senja Kala Demokrasi Transaksional


Yudi Latif(Kompas, Selasa, 11 April 2017) Kemelut yang menimpa kepemimpinan Dewan Perwakilan Daerah melengkapi kesempurnaan krisis demokrasi di negara ini. Pemilihan umum menjadi ajang elevasi orang-orang semenjana (mediocre) untuk meraih kedudukan tinggi dengan menyingkirkan orang-orang berprestasi. Panggung politik diwarnai kegaduhan remeh-temeh.  Jabatan menjadi wilayah transaksional padat modal. Undang-Undang disusun dengan mengikuti penawar tertinggi. Supremasi hukum…Read more Senja Kala Demokrasi Transaksional

Gotong Royong


Saudaraku, perwujudan demokrasi Indonesia ibarat baju yang dikenakan secara terbalik. Nilai dasar demokrasi Indonesia adalah semangat gotong-royong, penuh rasa kekeluargaan. Dalam perkembangannya, praktik gotong-royong itu hadir dalam kecenderungan toleransi negatif: akomodasi kepentingan pragmatis, transaksional, dagang sapi, tolong-menolong dalam korupsi dan pengkhianatan. Sedangkan rasa kekeluargaan tergelincir menjadi kecenderungan demokrasi yang dikuasai oleh keluarga-keluarga menurut garis kekuatan…Read more Gotong Royong

Demokrasi Meritokrasi


Saudaraku, demokrasi tanpa kepemimpinan hanya melahirkan gerombolan. Dalam gerombolan, kepentingan warga negara mudah menjelma menjadi anarki. Kekerasan, pemaksaan, dan pelanggaran pun tak terelakkan.  Tidaklah sama, antara pemerintahan otoriter dan pemerintahan otoritatif. Demokrasi bermaksud membasmi yang pertama, tetapi tak bisa tegak tanpa kedua. Kenyataan kini, aneka peraturan dan pembangunan tak jalan karena lemahnya otoritas kepemimpinan atas…Read more Demokrasi Meritokrasi

Hujan Kasih


Saudaraku, sekali hujan turun, rerumputan kering menghijau kembali. Ketulusan memberi dan melayani menumbuhkan spontanitas daya bangkit bagi semesta kehidupan. Filsuf Konfusius, Mencius, meyakini bahwa jiwa manusia sehat tidak akan kosong dari rasa simpati kepada sesama. Jika seseorang melihat anak kecil berdiri di tubir jurang, secara refleks dia akan menghela anak tersebut tanpa sempat berpikir apa…Read more Hujan Kasih

Sehat Pikir


Saudaraku, pikiran itu pelita hidup. Sesat pikir, binasa hidup. Pikiran sehat menyatukan pelajaran dan pemahaman. Membaca membuatmu belajar, mencintai membuatmu memahami.  Sebuah bangsa yang tumbuh di atas lahan tandus daya baca dan cinta, susah menyuburkan pelajaran dan pemahaman. Bangsa tersebut mudah dilanda sesat pikir. Di bawah gelap sesat pikir-dangkal ilmu, Republik berjalan tanpa pelita hidup.…Read more Sehat Pikir

Kenal Diri (2)


Mawas diri merupakan kewajiban pertama seorang pemimpin. Meminjam ungkapan Lao Tzu, ”Apa yang kuharap dari anakku, sudahkah kuberikan teladan baginya. Apa yang kuharap dari rakyatku, sudahkah kupenuhi harapan mereka."  Sejalan dengan itu, Sayyidina Ali berpesan kepada Malik al-Asytar, walinya di Mesir, ”Barangsiapa diangkat atau mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaklah ia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum…Read more Kenal Diri (2)

Kenal Diri


Saudaraku, kehidupan modern dengan segala ornamen dan gemerlap penampakannya seringkali menyilapkan manusia dari maksud perjalanan, terperangkap dalam kerlap-kerlip lampu dan peta jalan.  Adapun ilmu pengetahuan, yang mestinya memandu manusia menyingkap kulit zahiri guna menemukan biji hikmah di jantung batini, kian hari kian terjerat oleh pukau lahiriah. Untuk ribuan tahun lamanya, psikologi didefinisikan sebagai studi tentang…Read more Kenal Diri

Detak Detik


Degup jantung kita ibarat detak waktu, yang setiap detiknya mengabarkan kehilangan dan penantian. Yang berlalu adalah kekinian yang lekas silam. Yang mendatang adalah kekinian yang lekas menjemput. George Orwell mengatakan, ”Who controls the past controls the future, who controls the present controls the past.” Maknanya, kemarin dan hari esok ditentukan hari ini. Dengan angin keburukan…Read more Detak Detik

Cermin Kebenaran


Saudaraku, kebenaran itu cermin di tangan Tuhan. Cermin itu jatuh ke bumi dan hancur berkeping-keping. Setiap orang mengambil satu kepingan, lalu memandanginya dan mengira telah menguasai seluruh cermin kebenaran. Ada orang tak tahu merasa paling tahu dengan mengkafirkan pandangan berbeda. Tuhan tidak memberinya kecuali sedikit ilmu, namun mendaku sebagai penguasa kebenaran. Orang itu menyekutukan Tuhan,…Read more Cermin Kebenaran