Fajar Timur


Dirgahayu

Kita mengenal organisasi sebagai wadah untuk mengelola anggotanya menempuh tujuan organisasi, pada prosesnya pembentukan organisasi berjalan seiring dengan dinamika yang ada antar anggotanya, yang kemudian diteruskan dari satu anggota ke anggota lainnya. Kemudian untuk menjaga roda organisasi agar tetap bergulir dibentuklah mekanisme regenerasi yang disebut dengan pengkaderan yang anggota barunya disebut dengan kader.

Dengan seiringnya waktu berjalan pengelolaan organisasi ditempatkan pada wilayah mental kepemimpinan, dimana yang menjadi pengurus atau fungsionaris dituntut untuk memiliki jiwa kepemimpinan. Sebab ketika sudah memasuki wilayah fungsi kerja organisasi maka pengurus merupakan pemimpin di bidangnya masing-masing, sehingga roda organisasi dapat berjalan sesuai dengan kehendak organisasi didirikan dan anggota sebagai penggerak utama dari organisasi.

Pada umumnya organisasi memiliki ciri khas tersendiri dalam melakukan pengkaderan serta pola-pola tertentu dalam pembentukan dan perekrutannya, dan di dalam prosesnya organisasi memiliki otonomi untuk menentukan pola apa yang digunakan untuk pengkaderan. Di masa-masa awal organisasi terbentuk memang merupakan proses yang cukup berliku, namun seiring berjalannya waktu yang disertai dengan pola pengkaderan maka proses regenerasi dapat berjalan sesuai kehendak organisasi.

Prinsipnya organisasi adalah sebuah wadah dimana sekelompok orang memiliki tujuan yang sama atas suatu kegiatan dan organisasi menyatukan langkah-langkah setiap individu di dalamnya yang bersifat komunal, dalam prosesnya kepentingan individu mengalir dengan kepentingan organisasi dan yang menjadi tolok ukur keberhasilan adalah kesuksesan bersama yang didalamnya terdapat kesuksesan individu.

Kader

Kader adalah seseorang yang di proyeksi untuk menduduki posisi strategis di dalam organisasi, yang artinya dalam proses perekrutan kaderpun telah di ukur kemungkinan kerja atau fungsi kader di dalam organisasi. Yang artinya ketika organisasi hendak merekrut kader maka sudah ada penilaian awal dari kader tersebut akan di tempatkan pada posisi strategis tertentu di dalam organisasi.

Taat Azas

Setiap organisasi memiliki azas yang di anut untuk bergulirnya roda organisasi, yang dalam proses berjalannya termaktub di dalam kehendak bersama organisasi tersebut di bentuk. Ketaatan kepada azas bukanlah kepatuhan atas individu sebagai sebuah kepentingan, namun ketaatan terhadap tujuan organisasi agar kader memiliki kepedulian terhadap tujuan organisasi dan merasa memiliki organisasi, sehingga kemajuan organisasi tercapai berdasarkan kehendak bersama atas ketaatan terhadap azas yang dibentuk bersama.

Visi Misi Azas

Ketika organisasi menentukan azas maka bergulirnya organisasi memiliki kerangka kerja dan fungsi kerja yang harus dilakukan, dimana visi misi azas menentukan apa yang harus dilakukan agar tujuan organisasi tercapai. Kerangka kerja dan fungsi yang berlaku dilaksanakan oleh kader ketika menjadi anggota organisasi agar muncul kepedulian terhadap organisasi dan langgam kerja gerak organisasi dapat terlaksana secara serempak dalam pembagian tugas. Agar anggota tidak luput dari tugas dan fungsinya maka visi misi azas perlu diterapkan kepada kader agar mampu bekerjasama dengan setiap pihak yang ada dalam organisasi, baik pihak internal maupun pihak eksternal organisasi.

Skenario Azas

Di dalam mengemban azas untuk mencapai tujuan organisasi maka perlu di bentuk scenario azas, agar langgam kerja organisasi tidak keluar dari ketentuan organisasi. Hal ini agar tidak terjadi aktivitas one man show yang membuat organisasi menjadi tidak tentu arah. Namun skenario azas juga mesti membuka ruang untuk inisiatif dan improvisasi agar anggota atau kader memiliki wawasan yang diperluas setelah terlibat di dalam organisasi. Oleh sebab itu skenario azas dibentuk berdasarkan tugas dan fungsi anggota yang ada di organisasi, agar peran serta kader dapat terarah dan sesuai tujuan organisasi.

Alternatif Skenario Azas

Diperlukan untuk memiliki rencana berjangka sehingga langgam organisasi memiliki prioritas kerja agar tepat sasaran dan sesuai kemampuan kader. Alternatif Skenario Azas diperlukan agar kader memiliki daya nalar dan kreasi yang produktif untuk tercapainya tujuan organisasi sehingga memiliki mental kepemimpinan yang mumpuni di dalam organisasi. Pada prosesnya, anggota atau kader mesti diupayakan untuk memiliki beragam rencana yang mampu ditempuh olehnya, agar tujuan organisasi dapat dengan mudah untuk ditempuh. Kemudahan kader memiliki alternatif skenario azas agar ketika kader memiliki kemampuan inisiatif dan improvisasi namun tidak keluar dari tujuan organisasi.

Etika Kader

  • Kader terhadap sesama kader di organisasi
  • Kader terhadap organisasi
  • Kader terhadap organisasi eksternal
  • Kader terhadap negara
  • Kader terhadap dunia
  • Organisasi terhadap kader
  • Organisasi terhadap kader eksternal
  • Organisasi terhadap sesama organisasi
  • Organisasi terhadap negara
  • Organisasi terhadap dunia
  • Fungsi kerja organisasi terhadap kader
  • Fungsi kerja organisasi eksternal terhadap kader
  • Fungsi kerja negara terhadap kader
  • Fungsi kerja dunia terhadap kader
  • Kader terhadap fungsi kerja organisasi
  • Kader terhadap fungsi kerja organisasi eksternal
  • Kader terhadap fungsi kerja negara
  • Kader terhadap fungsi kerja dunia

Pada perkembangannya kader akan menghadapi situasi yang membutuhkan partisipasinya untuk khalayak umum, baik dalam bentuk peran serta langsung maupun dalam kepedulian terhadap sesama dan kehidupan. Terutama di era transparansi keputusan public tentunya kader mesti memiliki kesiapan dan ketangguhan dalam proses keterlibatan kader dalam memasuki organisasi, sebab tentunya kader tidak hanya berkutat secara internal di organisasi, namun berperan aktif dalam tatanan pergaulan masyarakat.

Oleh sebab itu, kebutuhan akan pembentukan mental kepemimpinan di setiap kader dibutuhkan di setiap organisasi, agar tujuan organisasi dan tujuan kader untuk menempati posisi strategis dapat tercapai. Peran serta kader dalam tatanan pergaulan masyarakat tersebut nantinya akan memperluas ruang gerak organisasi dan memperkuat kader dalam menempuh fungsi kerjanya dan yang terutama tujuan organisasi tercapai dengan proses yang benar dan bermartabat.

Rahayu Mahardhika

Iklan