Pendidikan Kewargaan


YUDI LATIF (Kompas, Kamis, 4 Mei 2017) Indonesia memanggil keadaban saat kota-kota terkepung asap kebencian dan orang- orang kesurupan membakar rumah kebangsaannya sendiri. Namun, keadaban yang dipanggil tak kunjung datang saat genting memerlukan kehadirannya.  Bagaimana bisa memenuhi panggilan jika pengasuhan dan pendidikan sudah lama mengabaikannya. Sesuatu yang kita rendahkan dan telantarkan tak akan menyelamatkan dan…Read more Pendidikan Kewargaan

Melek Etika


Dalam demokrasi beradab, hukum berenang di lautan etika. Defisit institusi dan undang-undang selalu bisa ditutupi oleh kecukupan moralitas. Dalam demokrasi lemah adab, hukum berenang di lautan tuna-etika, sehingga surplus undang-undang tak membuat tertib hukum, malah semakin membuka peluang bagi aksi-aksi kejahatan manipulatif. Krisis politik kita bersumber dari kemarau etika politik. Padahal, etika politik inilah yang…Read more Melek Etika

Mengimani Indonesia


Sedulur, mencintai Indonesia itu mudah, dengan mengimani keberagaman kultural yang multietnis maka tanah air ibu pertiwi kita sudah berbahagia. Mencintai Indonesia bukan hanya sekedar absensi kehadiran di setiap peristiwa kehidupan dan kemanusiaan di pelosok negeri, tetapi lebih daripada itu, bagaimana falsafah kehidupan berbangsa dan bernegara berdiri kokoh dan mengalir dalam jiwa dan raga kita. Mengiringi…Read more Mengimani Indonesia

Menikahi Perjuangan


Sedulur, apabila datang waktu kita untuk menetapkan pilihan pendamping tentunya kita akan berbahagia dengan pilihan kita. Ketika perjalanan hidup sampai pada saat dimana kita terpanggil untuk memilih pendamping saat itupula kematangan kita menuntut untuk berkomitmen terhadap berbagai hal yang menjadi prioritas dalam hidup kita. Menikah adalah cara terbaik dalam mengisi relung-relung di lubuk hati kita…Read more Menikahi Perjuangan

Kekasih


Sedulur, melembutkan suara ketika memanggil namanya dengan penuh kasih sayang, meneduhkan segala harapan di hangatnya pelukan dan menasbihkan untaian asmara ke kehadirat Tuhan atas cinta yang menggelora adalah karunia yang sangat berarti. Sebab tanpa kehadiran kekasih apalah artinya kita diperjalanan hidup ini. Buat kaum berjuang, yang disetiap helaan nafasnya adalah melawan penindasan, kehadiran kekasih yang…Read more Kekasih

Sahabat, Keluarga dan Tetangga


Sedulur, di negeri yang makmur gemah ripah loh jenawi ini kita bertumbuh menjadi insan yang pandai bersyukur. Punya sahabat yang baik hatinya kita bersyukur, punya keluarga yang setia kita bersyukur, punya tetangga yang menjunjung kebersamaan kita bersyukur. Rasa syukur kita memang tak sepenuhnya dihantar oleh kebahagiaan, ada beberapa diantaranya diiringi kepahitan san kegetiran hidup. Justru…Read more Sahabat, Keluarga dan Tetangga

Ideologi Sebagai Panglima


Sedulur, banyak dari kita termasuk saya diantaranya memaknai ideologi hanya sebatas kapitalisme, komunisme, pancasila dan Islam sebagai sebuah pedoman berbangsa dan bernegara. Ideologi adalah ilmu tentang tujuan yang pada proses aplikasi atau tindak lanjutnya adalah tentang nilai dari yang kita laksanakan. Ideologi bukan hanya sekedar menghamba kepada material, bukan hanya sekedar saling berkumpul, bukan hanya…Read more Ideologi Sebagai Panglima

Korupsi Mental


Saudaraku, tsunami besar gelombang korupsi yang menerjang negeri ini, dari pusat hingga pinggiran kuasa, menimbulkan enigma yang menggedor kesadaran: “Dari manakah semua tindak kejahatan ini bermula?” Sejak 2003, ratusan pejabat dan pengusaha dengan pendapatan terbilang tinggi telah ditangkap KPK. Mereka korupsi bukan karena kemiskinan material, tetapi karena kemiskinan moral dan mental. Pada jantung terdalam, kejahatan…Read more Korupsi Mental

Memaafkan Untuk Menghidupkan


Saudaraku, kontestasi politik paling barbar dalam era reformasi telah berakhir, menyisakan luka-luka yang menganga. Sementara pertengkaran riuh-rendah, demokrasi sendiri berada di ujung tanduk. Krisis tatanan kehidupan bernegara terlalu dalam untuk bisa diatasi hanya dengan pergantian penguasa. Dalam situasi kritis yang mengancam masa depan kehidupan bersama, tak ada jalan lain kecuali harus menguatkan simpul-simpul persatuan, dengan…Read more Memaafkan Untuk Menghidupkan

Senja Kala Demokrasi Transaksional


Yudi Latif(Kompas, Selasa, 11 April 2017) Kemelut yang menimpa kepemimpinan Dewan Perwakilan Daerah melengkapi kesempurnaan krisis demokrasi di negara ini. Pemilihan umum menjadi ajang elevasi orang-orang semenjana (mediocre) untuk meraih kedudukan tinggi dengan menyingkirkan orang-orang berprestasi. Panggung politik diwarnai kegaduhan remeh-temeh.  Jabatan menjadi wilayah transaksional padat modal. Undang-Undang disusun dengan mengikuti penawar tertinggi. Supremasi hukum…Read more Senja Kala Demokrasi Transaksional